Buruh Perempuan Belum Terperhatikan

Hingga saat ini kondisi buruh di Indonesia masih memprihatinkan, khususnya perempuan. Masih banyak mereka yang belum mendapatkan haknya dengan layak sebagai buruh.

Hal tersebut disampaikan Direktur Women Crisis Center (WCC) Nurani Perempuan Sumbar, Yefri Heriani, Selasa (1/5) bertepatan dengan may day 2018 (hari buruh internasional). “Tidak sedikit di antara mereka yang masih menerima upah di bawah upah minimum yang ditetapkan di berbagai wilayah. Mereka tidak mendapatkan perlindungan kesehatan dan hari tua,” ulas Yefri.

Khususnya buruh perempuan, menurutnya tidak hanya persoalan di atas yang menjadi tantangan bagi para kaum hawa (buruh perempuan). Tidak sedikit buruh perempuan yang tidak diperhatikan hak reproduksinya. Misalnya hak untuk hamil, melahirkan, hak libur kala menstruasi karena kerentanan mereka (perempuan) sebagai buruh juga terjadi di tempat bekerja.

“Misalnya rentan terhadap pelecehan seksual bahkan perkosaan, karena tak ada tempat ganti pakaian khusus atau toilet yang aman bagi buruh perempuan di perusahaannya,” ujarnya.

Khususnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) perempuan, yang hingga saat ini belum memiliki perlindungan khusus atas pekerjaan yang telah banyak memberikan sumbangan kepada keluarga tempat mereka bekerja. Negara pun hingga saat belum memutuskan Rancangan Undang-Undang untuk Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.

Ia berharap, ke depan bukan hanya Pemerintah tapi juga perusahaan, atau keluarga yang mempekerjakan buruh khususnya perempuan agar memberikan dispensasi atau perhatian pada anak buahnya agar para buruh dapat menikmati hidup yang layak dan sesuai.

Sumber: https://www.harianhaluan.com/mobile/detailberita/69690/buruh-perempuan-belum-terperhatikan

Bagikan ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *