Kekerasan Dalam Berpacaran

Cintailah tubuh kita sendiri karena My body is my right

Pacaran merupakan masa dimana dua individu yang berbeda, baik latar belakang, pengalaman, jenis kelamin, dan lain sebagainya, saling mengenal dan melakukan penjajakan. Pada masa pacaran, berbagai hal bahagia, indah dan manis terjadi. Namun tidak jarang pula terjadi tindak kekerasan dalam berpacaran, yang tidak mengenal lama masa pacaran maupun usia individu yang sedang berpacaran.

Kekerasan dalam berpacaran (dating violence) adalah tindak kekerasan terhadap pasangan yang belum terikat pernikahan yang mencakup kekerasan fisik, psikologi, seksual dan ekonomi atau kombinasi beberapa di antaranya.

Bentuk-bentuk kekerasan dalam berpacaran

  • Kekerasan Fisik

seperti memukul, menampar, menendang, mendorong. mencengkram dengan keras ada tubuh pasangan dan serangkaian tindakan fisik lainnya

  • Kekerasan Psikologis

seperti mengancam, menjelek-jelekkan atau memanggil dengan sebutan yang mempermalukan pasangan

  • Kekerasan Ekonomi

seperti meminta pasangan untuk mencukupi segala keperluan hidupnya

  • Kekerasan Seksual

seperti memeluk, mencium, meraba, memaksa atau mengancam untuk melakukan hubungan seksual, yang bisa juga dialakukan dengan rayuan, bujukan dan janji-janji

  • Tindakan Stalking

seperti mengikuti, membuntuti dan serangkaian aktivitas yang mengganggu privasi dan membatasi aktivitas sehari-hari pasangan

Dampak kekerasan dalam berpacaran

  • Dampak fisik, yaitu berupa luka fisik baik berat maupun ringan
  • Dampak psikologis, yaitu berupa perasaan cemas, murung, prestasi menurun, gangguan pola makan hingga depresi bahkan sampai melakukan tindakan menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri Menjadikan alkohol dan narkoba sebagai pelarian
  • Kasus kekerasan seksual (pemaksaan hubungan seksual) bisa menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan, yang bisa berujung pada tindakan aborsi yang tidak aman
  • Selain itu jika individu yang hamil usianya di bawah 20 tahun, risiko kesehatan yang ditanggung lebih besar, yang bisa mengancam keselamatan jiwa sang ibu dan bayi

Mencegah kekerasan dalam berpacaran

Pencegahan kekerasan dalam berpacaran dimulai dari kesadaran bahwa ekspresi cinta tidak dengan cara menyakiti. Ini harus dipahami betul oleh para remaja yang dimabuk cinta ketika pacaran.

Saling menyepakati untuk membina hubungan yang sehat sejak awal pacaran dan mengutarakan harapan masing-masing ke depannya.

Saling terbuka membicarakan risiko yang ditanggung masing-masing pihak, apabila batasan batasan itu dilanggar.

Memahami bahwa kita berkak atas badan kita. Tidak ada yang boleh menyakiti, meskipun pasangan sendiri.

Berani berkata tidak, jika pasangan memaksakan berbagai bentuk tindak kekerasan. Jangan memaksakan diri sendiri untuk menyenangkan pasangan apabila hal tersebut tidak kita kehendaki.

Data tentang kekerasan dalam berpacaran

Setiap tahunnya rata-rata 10 kasus kekerasan dalam berpacaran dilaporkan ke WCC Nurani Perempuan (data tahun 2013-2016). Angka laporan ini termasuk rendah , yang disebabkan banyak informasi tentang apa itu kekerasan dalam berpacaran, belum tahu kemana harus melaporkan, adanya rasa enggan atau malu untuk melaporkan dan alasan lainnya.

 

Bagikan ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *