NP17+

Tak mudah mencari dana untuk biaya operasional sebuah lembaga. Karena itu, lembaga perlindungan dan pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, Nurani Perempuan, sejak 2010 berupaya mencari tambahan dana operasional mereka dengan menjual berbagai produk usaha kecil dan mene­ngah di Sumbar di setiap iven yang mereka hadiri. “Keuntungannya lumayan untuk tambahan dana ope­ra­sional yang kami butuhkan. Makanya, sejak awal November ini, kami mencoba untuk lebih se­rius mencarinya dengan membuka sebuah gerai bernama NP17+ di Perum Belanti Permai I Blok A No. 5, Padang,” ujar Ketua WCC Nurani Perempuan, Yefri Heriani, Jumat (11/10).

Ia menjelaskan, NP17+ lahir ketika Nurani Perempuan berkiprah selama 17 tahun melayani perempuan dan anak yang jadi korban kekerasan. “Pada usia 17 tahun, kami ingin Nurani perempuan lebih mandiri untuk operasional kegiatan pembiayaan bagi perempuan korban kekerasan,” tuturnya.

Untuk menyediakan berbagai produk yang akan dijual di gerai tersebut, kata Yefri, Nurani Perempuan bekerja sama dengan Forum Pengada Layanan (FDL) seIndonesia. Khusus untuk produk dari Sumbar, di gerai ini bisa didapatkan aneka motif sulaman, seperti jilbab, bahan baju, batik khas Minang, dan tenunan.

Harga produk di NP17+, kata Yefri, tak terlalu mahal. Misalnya, harga jilbab mulai dari Rp40 ribu sampai Rp60 ribu, tenunan dan batik cap motif Minang dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu. Batik motif Minang dijual dengan edisi terbatas karena dibuat oleh rekanan di Batusangkar. “Semua keuntungan dari penjualan di NP17+ akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan pendampingan korban kekerasan yang datang ke Nurani Perempuan,” ucap Yefri sembari menyebutkan keuntungan NP17+ berkisar 10% sampai 15% dari setiap unit barang yang dijual di sana.

Ke depan, Yefri berharap usaha itu bisa dikelola dengan manajemen yang baik sehingga akan semakin banyak korban kekerasan yang bisa mereka layani dari keuntungan yang diraih. “Sekarang istilahnya masih social enterprise. Namun, ke depan, kami ingin agar bisnis ini semakin berkembang dan akhirnya bisa membiayai semua kebutuhan pembiayaan di Nurani Perempuan,” harapnya.

Ia juga berharap NP 17+ bisa menampung perempuan-perempuan korban kekerasan yang tak punya usaha untuk melanjutkan kehidupannya. Melalui berbagai pelatihan keterampilan, diharapkan mereka bisa lebih meningkatkan kapasitas kehidupan mereka kelak. Yang terpenting, NP17+ juga berharap bisa mengembangkan dan memasarkan hasil kerajinan karya perempuan-perempuan di Sumbar.

Bagikan ini...